Wednesday, April 24, 2019

Tentang Ayah dan Bapa~

Ampunkan daku di atas segala salah dan khilafku
Aku sedar tiada berkat hidup dalam dunia ini tanpa doa ibu dan bapaku
Aku cuma hidup bersama ibu maka aku tiada empati terhadap bapaku
Aku kasihankan abangku maka aku menyelar kehidupan ayahnya

Hampir 3 tahun lalu
Aku tergerak hati ingin bertanya pada pihak berwajib
Atas saranan keluargaku juga aku gagahkan diri bertanya
Ternyata jawapannya hampa
Aku mengumpul kekuatan untuk memuatnaik status di media sosial
Pada 20 November 2016 aku memuat baik berita bahawa bapa telah kembali kerahmatullah pada tahun 2009

Masa kian berlalu
Perancangan Allah adalah yang terbaik
Insan dipanggil abangku ayah
Datang menjengah bumi Kenyalang
Datang bersama keluarga di sana
Hasil bantuan ibu tirinya
Maka sang ayah datang bersama keluarga bahagianya
Dibawa bersama untuk jalinkan semula hubungan yang pernah terputus
Tiada istilah putus dalam hubungan darah daging
Namun jalinan itu ingin dieratkan semula
Melupakan semua sengketa
Dengan air mata keluarga
Semua jadi redha
Akhirnya mereka bersatu jua

Dan aku tumpang bahagia
Walau keluargaku masih tak sempurna
Aku jua redha

Julia Antasha
#JA
24 April 2019

Thursday, April 5, 2012

Teganya Ayah dan Bapa

Bagaimana rasanya mendapat kasih sayang seorang ayah?


Barangkali abangku tidak pernah merasainya.


Ayahnya tampak riang di samping keluarganya di sana, sedang abang tidak merasa sekelumit pun kasih sayang ayah melainkan bapaku, itupun sebentar cuma.


Aku pasti mak juga seakan trauma kerana pernah memiliki suami yang kedua-duanya seperti itu.


Ayah dan Bapa ... tidak adakah sedikit sekelumit rasa bersalah di hati kalian?


Ayah, teganya kau meninggalkan abang sewaktu usianya yang belum mengenal erti dunia.


Dan bapa, sanggup kau meninggalkan aku dan mak dengan 'harta' yang tak terjangkau peritnya di dunia?


-"Pernahkah kau bermimpi seketika, berada di tempatku?"-

Tuesday, April 3, 2012

Eomma!

Eomma Saengil Chukhahae! Happy Birthday!

I'd be the 1st one to wish you & I'll be the last one too!

Will give you a call later before midnight!

Mmmuahhhhhhh!

Saranghae eommaya... (^_____^)

Aku dan Mimpi: Mengapa Aku?

Dia lelaki tidak seagamaku dan sekelasku semasa sekolah menengah dahulu.
Dek kerana mimpi itu satu permainan tidur, aku tidak pasti jika itu benar-benar dia.
Aku mendengar desas-desus bahawa dia disuruh menikah, namun atas pilihan siapa aku kurang mengerti.
Dan aku mendapat tahu bahawa wanita yang bakal dinikahinya itu adalah aku.
Seluruh rakan sekelas lamaku menjadi haru biru, mengapa aku? Mengapa aku? Mereka seakan tidak percaya.
Aku seperti hilang punca, betapa kecilnya diriku, aku mereka persoalkan. Mengapa aku?
Suatu pertemuan menemukan kami sekelas lagi. Aku nampak kelibatnya, namun dia tidak memandangku.
Bukan tidak ingin memandang, namun seolah-olah aku tiada di situ.
Biarpun aku cuba mengelakkan diri daripada bertembung dengannya, namun di hatiku aku ingin dia perasan akan kehadiranku.
Aku mengeluh dan ingin menangis. Dua orang rakan menghantarku pulang. Seorang daripadanya menghantarku sehingga ke perkarangan rumah.
Dia cuba memujuk hatiku yang pilu dan memintaku bersabar. Aku masih bertahan pada saat itu.
Namun sesuatu yang ku nampak di hadapan mataku dan mengingatkan aku tentangnya, membuatkan aku menghempasnya jauh lalu berderai air mata.
Kali ini, aku benar-benar menangis. Rakanku itu hanya duduk di tepi sambil menenangkanku.

P/s: Kebiasaannya, misalnya aku mimpi merintih dengan tangisan, aku akan terbawa-bawa tangisan itu sehingga menyebabkan aku terbangun dari tidur, seakan mengigau.
Namun kali ini pelik, aku terbangun tetapi tidak menangis. Namun kesakitannya masih terasa. Aku beristighfar.
Dan sempat juga terfikir di benakku, “Ah kalaulah benar-benar aku disuruh berkahwin dengannya, dia tak mahu pun aku tak kisah”. Hehehe … you know what I mean.
Tapi apa yang dapat aku simpulkan di sini, ego dan maruahku yang tercabar sebenarnya.
Kesakitan itu bukan datang kerana aku mencintainya tetapi dia tidak dapat membalas cintaku.
Tetapi kesakitan itu datang oleh kerana rakan-rakanku yang lain merasakan aku tidak layak untuknya.
Dan lelaki itu juga seperti memperkecilkan kehadiranku. Begitulah rasa sakitnya yang sebenar.

Thursday, March 22, 2012

Long Time No See ... 오랜만이에요!

Assalamualaikum... 안녕하세요... (^__^)

It's been a long time. I didn't post anything on my blog for about more than a year I guess? These days I really missed my Perfect Villa...so...so much.
I'm still in UNIMAS...in my 4th year. It's really not a good thing. But these 2 lecturers gave me some direct & indirect-motivation regarding my extend study. I repeated, 'extend-my-study' not 'further-my-study'.
Pass two weeks the lecturer who gave me some indirect-motivation gave us assignment. He used the module from abroad. I can answer all the questions except for the last one. But then he was so kind to give us some ideas on how to begin the solutions. So I decided not to send the final question and told him that I owe him the last question and he said, "You don't owe me...you owe yourself that question". It's kind of bitter to hear him said that but I don't care. After the class I tried to work on that question, starting from what he gave us before. I knew and we knew that the hardest part is to interpret the question and to make the diagram. 3 hours after that I sent the final question to him. So this is the question.

The question from the Industrial Chemistry Module was from Dr. Helen Njeri Njenga, University of Nairobi and William Wanasolo.

10. Producer gas has the following composition by volume:


%
Density, kg/m3
CO
28.0
1.2501
CO2
3.5
1.9768
O2
0.5
1.4289
N2
68.0
1.2507

The gas is burned with oxygen according to the following equation:
2CO + O2 à 2CO2
The oxygen is from the air whose volumetric composition is assumed to be 80% N2 and 20% O2. The oxygen fed from the air and the producer gas is 20% in excess of the amount required for complete combustion. The combustion is 98% complete. Carry out total material balance for this process based on 100kg of gas burned.

Solution:
(This is only my work, I didn't know whether its correct or not. I'll wait for my lecturer to discuss it again in my next class)

This is the diagram that interprets the question.






So I have to wait for his solutions.


Bye bye...


<Well, the answer is actually wrong...I made some silly mistakes that lead to different answer>

Friday, January 29, 2010

I Am Really Hurt

My teacher said, if you really want to improve your English, don't even shy to speak in public. You hurt me man!

And even you don't understand what I'm saying, you can ask me to rephrase or correct my grammar or whatsoever, don't even dare to humiliate me.You hurt me girl!

And even you think that I might not understand your 'high-standard' English, you can change the way you are talking, don't you ever underestimate me. You hurt me friend!

Tae-kwon-do Couch

One tragedy that I'll never forget. We lost our couch on 26th January 2010 after an accident. He's been couching me for almost 2 years since I entered UNIMAS. This is my 4th sem, and our very first meeting (only for the committees); one of the topic was 'finding new couch' ... Why I always felt guilty? I'm not the one asking for this. The reason why we have to find a new couch is because we don't want the current couch having difficulties and having so much worries about us. He has his own job in UNIMAS. Yes, he's the Head of the Security Unit ... the guy from the student council said that we have to find a new couch as soon as possible. I know our performance was very bad. I mean look at me myself, don't have to point it at another members. I know our Taekwondo Club is one of the famous club (so called), but maybe because we don't give so much effort on this, just working so much on the proposal yet we forget about build up our stamina and strategies. Couch, when you're together with us, you always raise up our spirits to improve and to move on. You always mention about my legs. Yes, that was my biggest fear. Now you're gone. Allah had taken you back. Alhamdulillah, Allah had lend us a great couch like you. And I will never forget what you taught us. And when you talk about life, I realized, there's so much things in life that I must treasure.

Bitter Love Story

It’s bitter when I have to set you free
Let other people lay beside you
Create more space between us
And I can just see you from far
Far and far away from me

I thought there’s nothing between us
Yeah I mean nothing for you
But you had taken half of my spirit
When I’m awake and chased you away
I realize that it’s a little too late

I can see there’s no way out
Seeing you hurting me so much
I hope I can forget everything
But the memory keeps hunting me
The fact that there’s no exit to escape

Somehow I feel that you have the clue
And keeps avoiding me make me sad
To call it love I felt so ashamed
Seeing myself as a fool
Is a part of my bitter love story

~"Can someone handle their bitter love easily? If you can, share with me..."~

Wednesday, January 6, 2010

Fly Me To The Moon

This is the song that Jang Geun Suk & Park Shin Hye sang in You're Beautiful. Song originally sang by Frank Sinatra then recorded in a new version of Diana Krall, Olivia Ong and so on.

Fly me to the moon
And let me play among the stars
Let me see what spring is like
On Jupiter and Mars

In other words, hold my hands
In other words, darling kiss me

Fill my heart with song
And let me sing for ever more
You are all I hope
For all I worship and adore

In other words, please be true
In other words, I love you...

(Jang Geun Suk sang until this part)

~~~If we really can fly to the moon without being an astronaut~~~

Wednesday, June 24, 2009

Sekolah Seni Kuching
merupakan tapak persinggahan sementara aku semasa cuti antara sesi ini. Aku agak gementar bertemu dengan orang-orang seni. Kata orang, orang seni ni orang halus. Tapi sebenarnya dalam diam, aku juga orang halus yang begitu mencintai seni. Cuma enggan aku khabarkan pada mereka yang baru aku kenali. Mereka yang ringan mulut denganku sahaja yang berani aku luahkan semua. Kerana aku bukanlah sehebat mana. Menyanyi di khalayak juga boleh menggigil. Tetapi, mereka ingin juga mengenali aku. Apakah kelayakan aku sehingga aku diterima oleh pihak sekolah untuk menjadi guru sandaran tak terlatih di sekolah ini. Aku bukan seorang graduan universiti. Sijil asasi juga tiada maknanya. Aku cuma bersandarkan sijil SPM yang grednya semua ada. Macam rojak kata abangku dahulu.
Kelakar pula semasa kali pertama aku memasuki kelas. Aku memang tak tahu apa yang nak diajar. Ya, subjek Sains memang aku dapat A masa PMR. Tapi kalau nak mengajar orang lain tu memang aku kena study semula. Aku mesti cover balik chapter yang guru sebelum ini tinggalkan dan mengajar dengan stail aku sendiri. Tapi, bukan itu yang aku nak cerita.
Apabila aku memasuki kelas itu, aku terpaut dengan keramahan mereka. Terkejut pula aku melihat salah seorang pelajar baru aku itu merupakan anak jiran sekampung aku. Buat-buat biasa jer la. Aku mula memberikan intro. Aku ingin mengenali mereka oleh kerana aku sendiri tidak tahu apa yang nak diajarkan pada masa itu. Aku dimaklumkan oleh mereka bahawa mereka telah dibahagiakan mengikut option masing-masing. Maka aku meminta mereka memberikan persembahan buatku.

Nyanyian Wafa dan Izzaty - kedua-dua kembar ini sangat malu menyanyi di depanku.

Syair Aizat memang mengujakan.


Tarian ini simple tapi langkahnya sangat teliti.